Sabtu, 24 Maret 2012

Schizophrenia/skizofrenia


skizofrenia
Skizofrenia berasal dari kata Yunani, Schizein (σχίζειν, "to split") and phrēn, phren- (φρήν, φρεν-; "mind"), adalah suatu diagnosis gangguan mental yang ditandai oleh kelainan dalam persepsi atau ekspresi dari realitas. Yang paling sering adalah halusinasi auditif ( seakan-akan mendengar suara-suara atau ada yang mengajak bercakap-cakap ), delusi paranoid (curiga) atau delusi lain yang tidak jelas atau pola pikir atau bicara yang tidak jelas. Hal ini biasanya terjadi pada usia remaja dan dewasa muda (Quinn, 1995).
Faktor penyebab skizofrenia belum jelas. Bisa karna keturuan atau genetik bisa juga karna gangguan saraf. Faktor psikososial (kemiskinan, urbanisasi, migrasi, diskriminasi rasial, broken home, patah hati, stres dan lain juga diyakini berkontribusi terhadap munculnya skizofrenia ). sejauh ini, yang dapat diupayakan dokter adalah meminimalkan gejala yang bisa membahayakan orang lain atau penderita sendiri misalnya diberi obat penenang jika penderita terlalu gelisah atau mengamuk.

Disisi lain tidak banyak orang yang tahu bahwa John Forbes Nash Jr. peraih hadiah nobel bidang ekonomi tahun 1994 adalah seorang penderita Skizofren. Orang baru mengetahuinya ketika sutradara Hollywood Ron Howard membeberkan kisah hidupnya dalah film The Beautifull Of Mind. Didalam film tersebut diceritakan bahwa kisah perjuangan seorang ahli matematika genius yang bernama John Forbes Nash, yang berhasil menciptakan konsep ekonomi yang kini dijadikan sebagai dasar dari teori ekonomi kontemporer. 

the beautifull of mind
 Tahun 1948 Nash memulai hari-hari pertama kuliahnya di universitas Princeton University. Sejak awal, Nash -lelaki sederhana dari dusun Virginia digambarkan sebagai pribadi penyendiri, pemalu, rendah diri, introvert sekaligus aneh.  Di tengah persaingan ketat, Nash mendapat teman sekamar yang sangat memakluminya, Charles Herman yang memiliki keponakan seorang gadis cilik Marcee. Nash yang amat terobsesi dengan matematika-sampai-sampai menulis berbagai rumus di kaca jendela kamar dan perpustakaan akhirnya secara tak sengaja berhasil menemukan konsep baru yang bertentangan dengan teori bapak ekonomi modern dunia, Adam Smith. Konsep inilah yang dinamakannya dengan teori keseimbangan, yang mengantarkannya meraih gelar doktor. Mimpi Nash menjadi kenyataan. Tak hanya meraih gelar doktor, ia berhasil diterima sebagai peneliti dan pengajar di MIT.

Hidup Nash mulai berubah ketika ia diminta Pentagon memecahkan kode rahasia yang dikirim tentara Sovyet. Di sana, ia bertemu agen rahasia William Parcher. Dari agen rahasia ini, ia diberi pekerjaan sebagai mata-mata. Pekerjaan barunya ini membuat Nash terobsesi sampai ia lupa waktu dan hidup di dunianya sendiri.

Adalah Alicia Larde, seorang mahasiswinya yang cantik, yang membuatnya sadar bahwa ia juga membutuhkan cinta. Ketika pasangan ini menikah, Nash justru semakin parah dan merasa terus berada dalam ancaman bahaya gara-gara pekerjaannya sebagai agen rahasia. Nash semakin hari semakin terlihat aneh dan ketakutan, sampai akhirnya ketika ia sedang membawakan makalahnya di sebuah seminar di Harvard, Alicia Larde meminta pertolongan kepada Dr Rosen seorang ahli jiwa untuk meneliti apa yang sedang dialami oleh Nash . Dari situlah terungkap, Nash mengidap paranoid schizophrenia. Beberapa kejadian yang dialami Nash selama ini hanya khayalan belaka. Tak pernah ada teman sekamar, Herman dan keponakannya yang menggemaskan, Marcee ataupun Parcher dengan proyek rahasianya.

Untungnya, Alicia adalah seorang istri setia yang tak pernah lelah memberi semangat pada suaminya. Dengan dorongan semangat serta cinta kasih yang tak pernah habis dari Alicia, Nash bangkit dan berjuang melawan penyakitnya.

Ketika Nash menerima hadiah nobel, halusinasi itu masih ada tetapi tidak mengganggu perilakunya lagi. Dengan kata lain, dokter tidak bisa menyembuhkan Nash dari skizofrenia, tetapi Nash sendiri lah yang berhasil menguasai dirinya sendiri.

Penderita skizofren bukanlah sesuatu yang harus ditakutkan atau dujauhi, tetapi dengan diberi dukungan, perhatian, pengertian dan kasih sayang penderita tersebut akan bisa hidup normal kembali.


Sumber :
Sarwono, Sarlito W. 2010. Pengantar Psikologi Umum. Jakarta: Rajawali Pers

Rabu, 21 Maret 2012

TEORI KEPRIBADIAN, SEJARAH SEHAT, DIMENSI DAN KONSEP, KEPRIBADIAN SEHAT.

 
  • KONSEP SEHAT DAN DIMENSINYA
Sehat, apa itu sehat. Sehat mempunyai makna yang berbeda-beda tergantung siapa orang yang mengartikan sehat itu.  Pengertian mengenai kesehatan umumnya dimengerti sebagai hal yang bersifat fisik dan kurang memperatkan hal-hal  yang bersifat mental. Dapat kita pahami karena fisik itu lebih mudah diamati dan disadari dibanding dengan hal yang bersifat psikis.
WHO mendefinisikan kesehatan sebagai “ keadaan (status) sehat utuh secara fisik, mental (rohani) dan social, dan bukan hanya suatu keadaan yang bebas dari penyakit, cacat  dan kelemahan” (Smet, 1994). Pengertian tersebut menyebabkan kebijakan dibidang kesehatan mengalami perubahan. Dulu segala upaya dilakukan dengan tujuan untuk menyembuhkan/mengobati penyakit. Penelitian dan temuan-temuan teknologi diupayakan kearah penyembuhan. Akibatnya berbagai teknologi modern diketemukan sehingga berbagai macam-macam penyakit dan gangguannya dapat lebih mudah diatasi.   
  • SEJARAH KESEHATAN MENTAL
Pada zaman prasejarah manusia purba sering mengalami gangguan-gangguan baik mental maupun fisik. Tetapi manusia purba benar-benar berusaha untuk mengatasi penyakit mental. Jadi, untuk penyakit baik mental maupub fisik digunakan perawatan-perawatan, seperti menggosok, menjilat, menghisap,memotong dan membalut.
Gejala-gejala penyakit mental zaman dahulu dan sekarang mungkin berhubungan sama halnya kita sendiri juga berhubungan dengan para nenek moyang kita. Teori-teori genetika penyakit sekurang-kurangnya tidak akan meremehkan pandangan semacam itu. Penyebab penyakit mental zaman dahulu dapat juga dianggap berhubungan dengan penyebab penyakit mental zaman kita.
Dalam peradaban zaman kuno , penyakit mental mulai menjadi hal umum. Di Mesir meskipun coraknya magis dan berhubungan dengan agama dan dengan dewa-dewa yang ditetapkan untuk melindungi kesehatan, namun ilmu kedokteran mesir maju dan sangat rasional dalam beberapa hal. Di Persia setan-setan dipersalahkan karena penyebab penyakit-penyakit mental dan segala penyakit lain. Para dokter sekaligus imam di Persia berpendapat bahwa ada 99999 penyakit yang menimbulkan penderitaan pada manusia yg disebabkan oleh setan. Mental yang baik atau kekuatan psikis/ jiwa selalu mencari kesucian, kebajikan dan kebaikan hati. Jalan satu-satunya untuk bisa menang ialah terus-menerus melawan roh jahat. Dengan demikian seuruh penekanan ilmu kedokteran terletak dengan cara-cara yang bersifat magis.
Dalam abad pertengahan pada masa dari abad ke -15 sampai abad ke-18 merupakan bagian sejarah yang paling menyedihkan berkenaan dengan nasib para pasien sakit mental. Penyakit mereka pada umumnyadianggap sebagai kerasukan setandan perawatannya ialah dengan mengusir setannya dengan cara menghukum atau menyiksanya. Pada akhir abad ke-15 keadaan yang menyedihkan orang-orang yang sakit mental iru diperberat lagi. Pengadilan-pengadilan gereja memburu orang-orang yang dianggap kerasukan setan.mereka dituduh sebagai penyebab kesulitan dalam masyarakat bila orang biasa dan para penguasz mencari kambing hitam. Akhir masa abad pertengahan ada sebuah perawatan lembaga yang didirikan kepada para pasien sakit mental yang di lakukan di “Bedlam”. Oleh karena perawatan tidak manusiawi itu maka”bedlam” sinonim dengan apa saja yang kejam menangani orang-orang yang menangani gangguan mental.
Pada awal abad ke-18 di Perancis Philipe Pinel (1745-1826) memulai karyanya padapengobatan psikiatri pada permulaan abad-19 segera setelah revolusi. Ia ditetapkan sebagai dokter yang bertanggung jawab terhadap rumah skait mental di Paris. Ia melopori perlakuan dam pemahaman manusiawi terhadap orang-orang yang mengalami gangguan mental. Ngeitupun tokoh-tokoh yang lainnya.
  • TEORI PERKEMBANGAN FREUD
Kepribadian tersusun dari 3 sistem pokok, yakni : id, ego dan superego. Suatu tingkah laku selalu berkaitan dengan ketiga system tersebut. Sangat jarang salah satu system terlepas dari kedua system lainnya.
Id
Id merupakan system kepribadian yang asli. Id merupakan rahim tempat ego dan superego berkembang. Id berisikan segala sesuatu yang secraa psikologis diwariskan dan telah ada sejak lahir termasuk, instin-insting.
Ego
Ego timbul karena kebutuhan-kebutuhan organism memerlukan transaksi-transaksi yang sesuai dengan dunia kenyataan obyektif. Perbedaan pokok antara id dan ego adalah bahwa id hanya mengenal kenyataan subjektif-jiwa, sedangkan ego membedakan antara hal-hal yang terdapat dalam batin dan dunia luar.
Ego dikatakan mengikuti prinsip kenyataan, dan beroperasi menurut proses sekunder. Tujuan prinsip kenyataan adalah mencegah terjadinya tegangan sampai ditemukan suatu objek yang cocok untuk pemuasan kebutuhan. Proses sekunder adalah berpikir realistic. Dengan proses sekunder ego menyusun rencana untuk memuaskan kebutuhan dan kemudian menguji rencana ini, biasanya melalui suatu tindakan, untuk melihat apakah rencana itu berhasil atau tidak.
Ego disebut eksekutif kepribadian, karena ego mengontrol pintu-pintu kearah tindakan, meilih segi-segi lingkungan kemana ia akan memberikan respondan memutuskan insting-insting manakah yang akan dipuaskan dan bagaimana caranya.
Peran utama ego adalah menengahi kebutuhan-kebutuhan instingtif dari organism dan kebutyhan-kebutuhan lingkungan sekitarnya; tujuan-tujuannya yang sangat penting adalah mempertahankan kehidupan individu dan memperhatikan bahwa spesies dikembangkan.
Superego
Superego adalah perwujudan nternsl dari nilai-nilai dan cita-cita tradisional masyarakatsebagaimana diterangkan orang tua kepada anak, dan dilaksanakan dengan cara member hadiah atau hukuman.
Ssuperego sebagai wasit tingkah laku yang diinternalisasikan berkembang dengan memberikan respon terhadap hadiah-hadiah dan hukuman-hukuman yang diberikan orang tua. Fungsi-fungsi pokok superego adalah
1.      Merintangi impuls-impuls id, terutama impuls seksual dan agresif.
2.      Mendorong ego untuk menggantikan tujuan-tujuan realistis dengan tujuan moralistis
3.      Mengejar kesempurnaan
Dinamika Kepribadian
Insting, insting merupakak perwujudan psikologis dari suatu sumber rangsangan somatic dalam yang dibawa sejak lahir. Perwujudan psikologisnya disebut hasrat sedangkan rangsangan jasmaniah dari mana hasrat itu muncul disebut kebutuhan. Hasrat itu berfungsi sebagai motif bagi tingkah laku. Mereka tidak hanya mendorong tingkah laku tetapi juga menentukan arah yang akan ditempuh tingkah laku.
Insting adalah suatu berkas atau butiran energy psikis ataunseperti dikatakan freud “suatu ukuran pada jiwa untuk bekerja.insting dianggap sebagai dynamo yang memberikan daya psikologis untuk menjalankan macam-macam krepribadian. Suatu insting mempunyai empat cirri khas yakni :
1.      Sumber adalah konsisi jasmaniah atau kebutuhan
2.      Tujuan adalah menghilangkan perangsang jasmaniah
3.      Objek adalah seluruh kegiatan yang menjempbatani antara muncunya suatu hasrat dan pemenuhannya.
4.      Impetus adalah daya atau kekuatan yang ditentukan oleh daya intensitas kebutuhan yang mendasarinya.
Perkembangan kepribadian
Freud  ungkin merupakan psikolog pertama yang menekankan aspek-aspek perkembangan kepribadian dan terutama menekankan peranan menentukan dari tahun ke tahun awal masa bayi dasn kanak-kana  dalammeletakan struktur watak dasar sang pribadi.
Kepribadian berkembanng sebagai respon terhadap empat sumber tegangan pokok yakni :
1.       Proses-proses pertumbuhan fisiologis
2.      Frustasi-frustasi
3.      Konflik-konflik dan ancaman-ancaman.
Identifikasi dan pemindahan (displacement) adalah dua cara yag digunakan individu untuk belajar mengatasi frustasi-frustasi, konflik-konflik dan kecemasan-kecemasan.
IDENTIFIKASI
Identifikasi dapat didefinisikan sebagai metode yang digunakan orang untuk mengambil alih cirri-ciri orang lain dan menjadikannya bagian yang tak terpisahkan dari kepribadiannya sendiri.orang tidak perlu mengidentifikasikan diri denan orang lain pada semua aspekya. Biasanya orang memilih dan hanya mengambil hal-hal yang dirasakannya akan menolong untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Terdapat banyak usaha coba-coba (trial dan eror) dalam proses identifikasi karena biasanya olrang tidak tahu denganpasti apa yang terdapat pada orang lain yang menyebabkan keberhasilannya..
Struktur final kepribadian merupakan akumulasi berbagai identifikasi yang dilakukan pada berbagai masa kehidupan seseorang. Kendati ibu dan ayah mungkin merupakan tokoh-tokoh identifikasi terpenting dalam kehidupan seseorang.
PEMINDAHAN
Arah yang ditempuh pemindahan ditentukan oleh dua factor. Factor-faktor ini adalah 1. Kemiripan objek pengganti dengan objek aslinya, dan 2. Sanksi –sanksi dan larangan-larangan yang diterapkan masyarakat
Kemampuan untuk membuat kateksis penganti merupakan mekanisme yang paling kuat dalam perkembangan kepribadian. Jaringan yang kompleks meliputi minat-minat.preferensi-preferensi, sikap-sikap, nilai-nilaidan keterikatan-keterikatan yang menjadi cirikepribadian manusia dewasa dimungkinkan oleh pemindahan ini
MEKANISME PERTAHANAN EGO
Dibawah tekanan kecemasan yang berlebihan , ego kadang-kadang menempuh cara ekstrim untuk menghilangkan tekanan. Cara-caraitu disebut mekanisme pertahanan. Pertahanan-pertahanan yang pokok adalah represi, proyeksi, pembentukan reaksi, fiksasi dan regresi.
REPRESI
Represi terjadi apabila pemilihan objek yang menimbulkan isyarat yang tak wajar dipaksa keluar dari kesadaran oleh anti kateksis. Represi bisa memaksa mencari jalan lewat antikateksis- antikateksis  yang berlawanan atau muncul dalam bentuk suatu prmindahan. Agar pemindahan itu berhasil dalam mencegah timbulnya kembali kecemasan , maka ia harus disembunyikan dalmam bentuk lambing tertentu yang cocok. Sekali terbentuk maka represi-repsesi itu akan sulit dihapuskan.
PROYEKSI
Mekanisme yang digunakan untukmengubah kecemasan neurotic atau kecemasan moral menjadi ketakutan yang objektif ini disebut proyeksi. Pengubahan ini mudah dilakukan Karen sumber asli baik kecemasan neurotic maupun moral adalah ketakutan terhadao hukuman luar. Dalam proueksi ini, orang cukup berkata “iamembenci saya” sebagai pengganti “saya membenci dia” . ia mereduksikan kecemasan dengan cara mengganti suatu bahaya besar dengan bahaya yang lebih ringan. Dan memungkinkan orang melakukan proyeksi mengungapkan impuks-impuls dengan berkedok mepertahankan diri dari musuh-musuhnya.
PEMBENTUKAN REAKSI
Tahap defensive ini berupa menggantikan suatu impuls atau perasaan yang menimbulkan kecemasan dengan lawan atau kebalikannya dalam kesadaran. Bentuk-bentuk ekstrem tingkah laku manapun biasanya menandakan pembentukan reaksi.
FIKSASI DAN REGRESI
Setiap langkah batu yang ditempuh, mengandung frustasi dan kecemasan dalam taraf tertentu dan apabila frustasi dan kecemasan ini terlalu besar maka perkembangan normal dapat terhetnti untuk aementara atau seterusnya. Anak tergantung secara berlebihan merupakan contoh pertahanan lewat fiksasi; kecemasan menghalanginya untuk belajar mandiri.
Suatu tipe pertahanan yang erat hubungnannya dengan fiksasi adalah regresi. Disini seseorang yang mendapatkan pengalaman traumatic kembali ketahap perkembangan yang lebih awal. Arah regresi biasanya ditentukan oleh fiksasi-fiksasi yang pernah dilakukan oleh orang yang bersangkutan sebelumnya. Atinya orang-orang cenderung mundur ketahap mana mereka belum terfiksasikan sebelumnya.
Pada umumnya fiksasi dan regresi merupakan keadaan relayif; seorang jarang mengalamifiksasi atau regresi sepenuhnya. Fiksasi-fiksasi dan regresi-regresi inilah yang menyebabkan ketidakseimbangan dalam perkembangan kepribadian
TAHAP-TAHAP PERKEMBANGAN
Anak melewati serangkaian tahap yang secara dinamis berlainan selama lima tahun pertama kehidupan, kemudian selama suatu periode lima atau enam tahun berikutnya-periode laten-dinamika tersebut kurang lebih menjadi stabil.
TAHAP ORAL
 Sumber kenikmatan pokok yang berasal dari mulut adalah makan. Makan merupakan stimulasi sentuhan terhadap bibir dan rongga mulut, serta menelan atau memuntahkan keluar. Kemudian setelah gigi tumbuh maka dipakai pula untuk menggigit dan mengunyah. Dua macam aktivitas ini merupakan prototype bagi banyak karakter unduk dikemudian hari.
Tahap oral ini berlangsung pada masa bayi sehingga sangat begantung pada ibunya untuk mendapatkan makanan, pada saat ia dibuai, dirawat dan dilindungi dari perasaan yang tidsk menyenankgan maka timbulah masa tergantung selama masa ini. Freud berpendapat bahwa smtom ketergantungan yang paling ekstreem adalah keinginan kembali kedalam rahim.
TAHAP ANAL.
Setelah makanan dicerna maka makanan akan menumpuk diujung bawah usus dan secara reflex akan dilepaskan keluar apabila tekanan otot lingkar dubur mencapai taraf tertentu. Pengeluaran faeses menghilangkan sumber ketdaknyamanan dan menimbulkan perasaan lega. Ketika pembiasaan toiet training dimulai. Biasanya selama umur 2 tahun, anak mendapatkan pengalaman pertama yang menentukan tentang pengaturan atas suatu impuls intstingtual oleh pihak luar. Apabila cara-cara ibu sangat keras dan represif anak bisa menahan fesenya dan mengalami sembelit. Apabila cara ini digeneralisasikan dengan tingkah laku maka anak akan menembangkan sikap retentetifnya. Ia akan menjadi anak yang keras kepala dan kikir.sebaliknya, apabila ibu adalah tipe orang yang sabar membujuk anak , maka anak kana memperoleh pengertianbahwa keseluruhan aktivitas mengeluarkamn feses adalah kepentingan.
TAHAP PHALIK
Selama yahap perkembangan ini yang menjadi pusat dinamika adalah perasaan-perasaan seksual dan agresif berkaitan dengan mulai berfungsinya organ-organ genital. Kenikmatan masturbasi serta kehidupan fantasi anak yang menyertai aktivitas-aktivitas auto erotic membuka jalan bagi timbulnya kompleks Oedipus.
Kompleks Oedipus meliputi kateksis seksual terhadap orang tua yang berlainan jenis serta kateksis permusuhan terhadap orangtua sejenis.
TAHAP GENITAL
Kateksis-kateksis dari masa genital bersifat narsistikk. Hal ini berarti bahwa individu mendapatkan kepuasan dan stimulasi dan manipulasi tubuhnya sendiri sedangkan orang lain dikateksiskan hanya membantu memberikan bentuk-bentuk tambahan kenikmatan tubuh bagi anak.selama masa adolesen , sebagian dari cinta diri dan narsisme ini disalurkan ke pilihan-pilihan objek yang sebenarnya. Daya tarik seksual, sosialisasi, kegiatan-kegiatan kelompok, perencanaan karier dan persiapan untuk menikah dan membangun keluarga mulai muncul. Pada masa akhir adolesen , kateksis-kateksis yang teah disosialisasikan dan altruistic ini telah menjadi cukup stabil dalam membentuk kebiasaan-kebiasaan melakukan pemindahan, sublimasi-sublimasi dan identifikasi-identifikasi.

  • TAHAP PERKEMBANGAN ERIKSON
Perkembangan berlangsung melalui tahap-tahaop – seluruhnya ada delapan tahap menurut jadwal yang dikemukakan Erikson. Empat masa pertama terjadi pada masa bayi dan kanak-kanak. Tahap kelima terjadi pada masa adolesen, ketiga tahap terakhir terjadi pada masa terakhir, masa-masa dewasa dan usia tua.

Kepercayaan Dasar VS Kecurigaan Dasar
Kepercayaan ini terbentuk selama tahap sensorik-oral dan ditunjukan oleh bayi lewat kapasitasnya untuk tidur dengan tenang, menyantap makanan dengan nyaman, dan membuang kotoran dengan santai. Situasi-situasi yang menyenangkan dan orang-orang yang bertanggung jawabmenimbulkan kenyamanan ini menjadi akrab dan dikenal oleh bayi. Berkat kepercayaan dan keakrabannya dengan orang yang menjalankan fungsi keibuan ini, maka bayi tersebut mampu menerima orang tersebutmungkin tidak ada sementara waktu. Kebiasaan-kebiasaan , konsistensi dan kontinuitas sehari-hari dalam lingkungan bayi merupakan dasar paling awal bagi berkembangnya suatu perasaan identitas psikoseksual. Melalui kontinuitas pengalaman dengan orang-orang dewasa bayi belajar menggantungkan diri dan percaya pada mereka; tetapi yang lebih penting ia belajar mempercayai dirinya sendiri. Sifat ini harus mengungguli lawannya yaitu kecurigaan dasar.
Perbandingan yang tepat antara kepercayaan dasar dan kecurigaan dasar adanya pengharapan. Semua verifikasi pengharapan berasal dari dunia ibu dan anak. Melalui sejumlah pengalaman yang terus meningkat dimana pengalaman bayi diverifikasikan, ia memperoleh inspirasi tentang keberpengharapan baru. Pada saat yag sama ia mengembangkan kemampuan untuk membuang pengharapan-pengharapandalam tujuan-tujan dimasa yang akan dating. Dia mempelajari pengharapan manakah yang terdapat dalam batas-batas kemungkinannya dan mengarahkan pengharapan-pengharapannya selaras dengan batas kemungkinan tersebut . manakala ia menjadi dewasa, ia menyadari bahwa pengharapan-pengharapan yang pernah diberi prioritas tinggi kini digantikan dengan serangkaian pengharapan yang lebih tinggi dan lebih maju.

Otonomi VS Perasaan Malu dan Keragu-Raguan
Pada tahap kedua kehidupan anak mempelajari apakah yang diharapkan dari dirinya , apakah kewajiban-kewajiban dan hak-haknya disertai apakah pembatasan-pembatasan yang dikenakan pada dirinya. Untuk mengendalikan sifat penuh kemauan anak,orang dewasa akan memanfaatkan kecenderungan universal pada manusiauntuk merasa malu; namun mereka akan mendorong anak untuk mengembangnkan perasaan otonomi daqn akhirnya mandiri. Anak harus di dorong untuk mengalami situasi-situasi yang menuntut ototnomidalam melakukan pilihan bebas. Penanaman/ rasa malu secara berlebihan hanya akan menyebabkan anak tidak memiliki rasa malu atau memaksanya mencpba melarikan diri dari hal-hal dengan berdiam diri, tidak suka berterus terang, dan seba bertindak dengan diam-diam. Inilah tahap saat berkembangnya kebebasan pengungkapan diri dan sifat penuh kasih sayang. Rasa mampu mengendalikan diri akan menimbulkan dalam diri anak rasa meiliki kemauan baik dan bangga yang bersifat menetap. Sebaliknya rasa kehilangan control diri dapat menyebabkan perasaan malu dan ragu-ragu yang bersifat menetap.
Kemauan menyebabkan anak secara bertahap mampu menerima peraturan hokum dan kewajiban. Kemauan adalah kemauan untuk mebuat pilihan-pilihan bebas, memutuskan, mengendalikan diri dan bertindak yang terus meningkat.

Inisiatif VS Kesalahan
Tahap psikososial ketiga, yang setara dengan tahap lokomotor-genital dalam psikoseksualitas ialah tahap inisiatif suatu masa untuk memperluas penguasaan dan tanggung jawab. Bahaya dari tahap ini adalah perasaan bersalah yang dapat enghantui anak-anakkarena terlampau bergairah memikirkan tujuan-tujuan, termasuk fantasi-fantasi gental, menggunakan cara agresif serta manipulative untuk mencapai tujuan-tujuan ini.
Tujuan adalah nilai-nilai yang menonjol pada tahap perkembangan ini. Kegiatan utama anak dalam hal ini adalah bermain, dan tujuan tumbuh dari kegiatan bermainnya, eksplorasi-eksplorasinya, usaha-usaha dan kegagalan-kegagalan, serta eksperimentasinya dengan alat-alat permainanya.
Masa bermain ini bercirikan ritualisasi damatik. Anak secara aktif berpartisipasi dalam kegiatan bermain, memakai pakaian, meniru kepribadian orang dewasa, dan berpura-pura menjadi apa saja. Tahap imo memberikan unsure dramatic dalam ritual-ritual sepanjang sisa hidup anak. Keterasingan batin yang dapat timbul pada tahap masa kanak-kanak ini ialah suatu perasaan bersalah.

Kerajinan VS Inferioritas
Pada tahap keempat ini anak-anak harus belajar mengontrol imajinasi dan mulai menempuh dunia pendidikan formal. Perhatian pada alat-alatbermain berangsur-angsur digantikan oleh perhatian pada situasi produktif dan alat perkakas yang dipakai untuk bekerja. Bahaya dari taha[ ini anak bisa mengembangkan perasaan rendah diri apabila ia tidak berhasil menguasai tugas-tugas yang dipilihnya atau yang diberikan oleh gurunya.
Asas kompetensi mempersiapkan anak pada suatu perasaan cakap bekerja dimasa mendatang; tanpa itu anak akan merasa rendah diri

Identitas VS Kekacauan Identitas
Selama masa adolesen, individu mulai merasakan suatu perasaan tentang identitasnya sendiri, perasaan bahwa ia adalah manusia unik, namun siap untuk memasuki suatu peranan yang berarti ditengah masyarakat  entah peranan ini bersifat menyesuaikan diri atau memperbahari. Padatahap ini ego meiliki kapasitas untuk memilih dan mengintegrasikan bakat-bakat, kemampuan, dan keterampilan dalam melakukan identifikasi dengan orang yang sependapat dalam melakukan sosialisasi dengan lingkingan. Serta menjaga pertahanan terhadap ancaman dan kecemasan, karena ia telah mampu memutuskan impuls-impuls, kebutuhan dan peranan amanakah yang paling cocok dan efektif.
Karena peralihan yang sulit dari masa anak-anak ke masa dewasa disatu pihak dank arena kepekaan terhadap perubahan social dan historis dilain pihak, maka selama tahap pembentukanidentitas seorang remaja, mungkin merasakan penderitaan paling dalam dibandingkan masa-masa lain akibat kekacauan identitas. Keadaan ni dapat menyebakan orang merasa terisolasi, hampa , cemas dan bimbang. Akan tetapi agaknya secara istimewa krisi identitas adalah berbahaya karena seluruh masa depan individu generasi berikutnya seperti tergantung pada penyeeaian krisi ini.

Keintiman VS Isolasi
Dalam tahap ini, oramg-orang dewasa awal siap dan ingin menyatukan identitas nya dengan dengan orang-orang lain. Mereka medambakan hubungan-hubungan yang intim dan akrab.  Sekarang untuk pertama kalinya dalam kehidupan mereka , anak-anak muda itu dapat mengembangkan gential seksual yang sesungguhnya dalam humbungan timbale balik dengan mitra yang dicintai. Agar memiliki social yang bersifat menetap maka genitalitas membutuhkan seseorang unyuk dicintai dan diajak mengadakan hubungan seksual dengan siapa seseorang dapat berbagi rasa dalam suatu kepercayaan. Bahaya dalam tahap nji adalah isolasi yakni kecenderungan menghindari hubungan karena orang tidak mau melibatkan diri dalam keintiman.

Generativitas VS Stagnasi
Ciri tahap generativitas adalah perhatian terhadap apa yang dihasilkan- keturunan, produk-produk, ide-ide, dsb. Serta pembentukan dan penerapan gais-garis pedoman untuk generasi yang akan dating. Apabila generativitas lemah atau tidak diungkapkan maka kepribadian akan mundur, dan mengalami pemiskinan serta stagnasi. Manusia sebagai suatu spesies memiliki kebutuhan inheren untuk mengajar, suatu kebutuhan yang dimiliki oleh semua orang dalam setiap pekerjaan. Manusia mencapai kepuasan dan pemenuhan dengan mengajar anak-anak, orang-orang dewasa, bawhaan bahkan binatang. Aktivitas menumbuhkan dalam diri manusia suatu perasaan vital bahwa mereka dibutuhkan oleh orang lain. Semua aspek kehidupan ini harus dipelihara dan dilindungi sebab semua itu merupakan pengalaman-pengalaman yang berharga.

Integritas dan Keputusasaan
Integritas paling tepat dilukiskan sebagai suatu keadaan yang dicapai seseorang setelah memelihara benda-bendadan orang-orang, produk-produk dan ide-ide dan setelah berhasil menyesuaikan diri dengan keberhasilandan kegagalan dalam hidup. Meskipun orang yang telah mencapai suatu kedaan itegritas menyadari berbagai gaya hidup orang-orang lain, namun dengan bangga memelihara gaya hdupnya sendiri dan mempertahankannya dari berbagai potensi ancaman. Lawan integritas adalah keputusasaan tertentu menghadapi perubahan siklus kehidupan individu, terhadap kondisi social dan historis, belum lagi kefanaan hidup dan kematian.
Kebijaksanaan adalah nilai yang berkembang dari hasil pertemuan antara intergritas dan keputusasaan dalam tahap kehidupan yang terakhir. Mereka yang berada dalam kebijaksanaan dapat menyajikan kepada generasi-generasi yang lebih muda suatu gaya hidup yang bercirikan suatu perasaan tentang keutuhan dan paripurna. 
  • KEPRIBADIAN SEHAT

Kepribadian sehat yaitu tidak adanya gejala-gejala yang cukup untuk memsukan individu kedalam kategorian kepribadian tertentu. Dilihat dari sudut pandang statistic, kepribadian sehat adalah kepribadian individu umumnya yang bila digambarkan secara statistic berada dalam kurva normal. Sementara kepribadian yang tidak sehat adalah kepribadian yang berada diluar kurve normal tersebut. Kepribadian sehat tidak hanya dilihat dari apakah pribadi tersebut tetapi menekanan padaapakah potensi yang dimiliki bisa dikembangkan secara optimal atau tidak. 
menurut teori behavioristik kepribadian sehat itu ialah
Kepribadian sehat behavioristik :
  • Manusia adalah makhluk perespon; lingkungan mengontrol perilaku.
  • Manusia tidak memiliki sikap diri sendiri
  • Mementingkan faktor lingkungan
  • Menekankan pada faktor bagian
  • Menekankan pada tingkah laku yang nampak dengan mempergunakan metode obyektif.
  • Sifatnya mekanis mementingkan masa lalu
 masih banyak lagi teori-teori kepribadian sehat menurut para ahli. tetapi menurut saya kepribadian sehat merupakan pribadi yang sehat baik secara mental maupun fisik yang masih dapat berfungsi secara baik . kpebribadian setiapmanusia berbeda-beda karena manusia itu unik.


SUMBER

Hall, Calvin. S. dan Gardner Lindzney.1993. Teori-Teori Psikodinamik (Klinis). Yogyakarta:Kanisius
Siswanto.2006.Kesehatan Mental Konsep, Cakupan dan Perkembangannya. Yogyakarta: Andi
Semium Yustinus.2006.Kesehatan Mental. Yogyakarta: Kanisius.

Sejarah Perkembangan Kesehatan Mental, Konsep dan Dinamika Sehat

SEJARAH
Pada zaman prasejarah manusia purba sering mengalami gangguan-gangguan baik mental maupun fisik. Tetapi manusia purba benar-benar berusaha untuk mengatasi penyakit mental. Jadi, untuk penyakit baik mental maupub fisik digunakan perawatan-perawatan, seperti menggosok, menjilat, menghisap,memotong dan membalut.
Gejala-gejala penyakit mental zaman dahulu dan sekarang mungkin berhubungan sama halnya kita sendiri juga berhubungan dengan para nenek moyang kita. Teori-teori genetika penyakit sekurang-kurangnya tidak akan meremehkan pandangan semacam itu. Penyebab penyakit mental zaman dahulu dapat juga dianggap berhubungan dengan penyebab penyakit mental zaman kita.
Dalam peradaban zaman kuno , penyakit mental mulai menjadi hal umum. Di Mesir meskipun coraknya magis dan berhubungan dengan agama dan dengan dewa-dewa yang ditetapkan untuk melindungi kesehatan, namun ilmu kedokteran mesir maju dan sangat rasional dalam beberapa hal. Di Persia setan-setan dipersalahkan karena penyebab penyakit-penyakit mental dan segala penyakit lain. Para dokter sekaligus imam di Persia berpendapat bahwa ada 99999 penyakit yang menimbulkan penderitaan pada manusia yg disebabkan oleh setan. Mental yang baik atau kekuatan psikis/ jiwa selalu mencari kesucian, kebajikan dan kebaikan hati. Jalan satu-satunya untuk bisa menang ialah terus-menerus melawan roh jahat. Dengan demikian seuruh penekanan ilmu kedokteran terletak dengan cara-cara yang bersifat magis.
Dalam abad pertengahan pada masa dari abad ke -15 sampai abad ke-18 merupakan bagian sejarah yang paling menyedihkan berkenaan dengan nasib para pasien sakit mental. Penyakit mereka pada umumnyadianggap sebagai kerasukan setandan perawatannya ialah dengan mengusir setannya dengan cara menghukum atau menyiksanya. Pada akhir abad ke-15 keadaan yang menyedihkan orang-orang yang sakit mental iru diperberat lagi. Pengadilan-pengadilan gereja memburu orang-orang yang dianggap kerasukan setan.mereka dituduh sebagai penyebab kesulitan dalam masyarakat bila orang biasa dan para penguasz mencari kambing hitam. Akhir masa abad pertengahan ada sebuah perawatan lembaga yang didirikan kepada para pasien sakit mental yang di lakukan di “Bedlam”. Oleh karena perawatan tidak manusiawi itu maka”bedlam” sinonim dengan apa saja yang kejam menangani orang-orang yang menangani gangguan mental.
Pada awal abad ke-18 di Perancis Philipe Pinel (1745-1826) memulai karyanya padapengobatan psikiatri pada permulaan abad-19 segera setelah revolusi. Ia ditetapkan sebagai dokter yang bertanggung jawab terhadap rumah skait mental di Paris. Ia melopori perlakuan dam pemahaman manusiawi terhadap orang-orang yang mengalami gangguan mental. Ngeitupun tokoh-tokoh yang lainnya.


KONSEP SEHAT DAN DIMENSINYA

Sehat, apa itu sehat. Sehat mempunyai makna yang berbeda-beda tergantung siapa orang yang mengartikan sehat itu.  Pengertian mengenai kesehatan umumnya dimengerti sebagai hal yang bersifat fisik dan kurang memperatkan hal-hal  yang bersifat mental. Dapat kita pahami karena fisik itu lebih mudah diamati dan disadari dibanding dengan hal yang bersifat psikis.
WHO mendefinisikan kesehatan sebagai “ keadaan (status) sehat utuh secara fisik, mental (rohani) dan social, dan bukan hanya suatu keadaan yang bebas dari penyakit, cacat  dan kelemahan” (Smet, 1994). Pengertian tersebut menyebabkan kebijakan dibidang kesehatan mengalami perubahan. Dulu segala upaya dilakukan dengan tujuan untuk menyembuhkan/mengobati penyakit. Penelitian dan temuan-temuan teknologi diupayakan kearah penyembuhan. Akibatnya berbagai teknologi modern diketemukan sehingga berbagai macam-macam penyakit dan gangguannya dapat lebih mudah diatasi.  

sumber

Hall, Calvin. S. dan Gardner Lindzney.1993. Teori-Teori Psikodinamik (Klinis). Yogyakarta:Kanisius
Siswanto.2006.Kesehatan Mental Konsep, Cakupan dan Perkembangannya. Yogyakarta: Andi
Semium Yustinus.2006.Kesehatan Mental. Yogyakarta: Kanisius.

Rabu, 04 Januari 2012

Review Jurnal "Persepsi Terhadap Cidera dan Kepercayaan Diri Pada Atlet Tae Kwon Do Wanita"


HAPPY NEW YEAR 2012

hai..hai selamat tahun baru yah, diawal tahun baru ini saya akan membahas sebuah jurnal psikologi yaitu "Persepsi Terhadap Cidera dan Kepercayaan Diri Pada Atlet Tae Kwon Do Wanita" oleh Andi Arief Pamungkas dan M. Fakhrurrozi (Universitas Gunadarma. Indonesia). oke saya akan mencoba membuat reviewannya

TAEKWONDO





Tae Kwon Do Dalam bahasa Korea, Hanja untuk Tae berarti "menendang atau menghancurkan dengan kaki"; Kwon berarti "tinju"; dan Do berarti "jalan" atau "seni". Jadi, Taekwondo dapat diterjemahkan dengan bebas sebagai "seni tangan dan kaki" atau "jalan" atau "cara kaki dan kepalan". 

Latar Belakang
Olahraga merupakan aktifitas penting bagi tubuh manusia. Olahraga akan menjadikan tubuh menjadi sehat baik secara jasmani dan rohani. Tetapi olahraga juga dapat menimbulkan masalahnya bagi manusia, khususnya bagi para atlet olahraga. Hal tersebut adalah cidera.
Cidera dapat terjadi kepada siapa saja. Para atlet telah disosialisasikan menerima sakit atau cidera sebagai bagian yang normal atau biasa dalam olahraga. Resiko cedera ini menjadi lebih besar ketika ada kontak fisik didalam olahraga, seperti olahraga bela diri. Dimana olahraga bela diri mempunyai dampak cidera yang lebih dari pada olahraga-olahraga lainnya.
Salah satu bela diri yang ada di Indonesia yaitu bela diri yang berasal dari korea Tae Kwon Do yang berarti seni tendangan dan pukulan. Tae Kwon Do merupakan olahraga merupakan olahraga yang penuh dengan tendangan dan pukulan yang tentu saja rentan dengan cidera.
Cidera, secara psikologis cidera dapat mempengaruhi prestasi atlet. Pengalaman pernah mendapatkan cidera disaat pertandingan bisa mempengaruhi prestasi atlet. Terutama pada atlet wanita, mereka sangat sensitif dan tentunya akan mempengaruhi prestasinya.

Rumusan Masalah dan Pokok-Pokok Bahasan
Pada penelitian ini yang menjadi pokok-pokok bahasannya yaitu persepsi dan kepercayaan diri

Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi dan kepercayaan diri atlet wanita yang mengalami cidera

Subjek
Subjek dalam penelitian ini adalah 45 orang atlet Tae Kwon Do amatir berusia 18-20 tahun

Tempat
Beberapa tempat latihan Tae Kwon Do

Tehnik Pengambilan data
Peneliti menggunakan Skala persepsi terhadap cidera disusun berdasarkan bentuk cidera seperti luka, cidera otot, cidera sendi dan cidera patah tulang. Pengukuran persepsi dilakukan dengan membuat daftar pertanyaan dengan pilihan jawaban antara sangat sesuai, sesuai, tidak sesuai dan sangat tidak sesuai.
Skala kepercayaan diri disusun berdasarkan karakteristik kepercayaan diri tinggi, yaitu kemampuan sendirik, tidak membutuhkan dukungan dari orang lain secara berlebihan, tidak menunjukan sikap konformis, mempunyai cara pandang yang positif terhadap diri sendiri, punya pengendalian diri yang baik, setia kepada suatu pekerjaan sampai selesai, menerima kekalahan dan penolakan dengan tenang. Kepercayaan diri juga diukur dengan membuat pertanyaan dengan pilihan jawaban antara sangat sesuai, sesuai, tidak sesuai dan sangat tidak sesuai.

Hasil dan Pembahasan
Bersdasarkan hasil penelitian pertama bahwa telah didapatkan nilai korelasi antara kepercayaan diri pada atlet Tae Kwon Do sebesar 0.817 dengan nilai signifikasi sebesar 0.000 (p<0.01). hal ini menunjukan bahwa semakin positif persepsi atlet Tae Kwond Do wanita terhadap cidera maka akan semakin tinggi kepercayaan dirinya.  Penampilan fisik bagi atlet merupakan hal terpenting , karena hal tersebut dapat mempengaruhi kepercayaan diri seorang atlet. Terlebih lagi untuk seorang atlet wanita.
Kepercayaan diri untuk seorang atlet Tae Kwon Do wanita disebabkan oleh proses lamanya subjek berlatih  Tae Kwon Do.  Semakin lama subjek berlatih, maka semakin positif kepercayaan dirinya terhadap cidera. Karena semakinlama subjek berlatih subjek semakin banyak mendapati teknik dalam Tae Kwon Do yang bisa diserap.
Beberapa atlet Tae Kwon Do wanita menganggap bahwa cidera bukanlah beban bagi dirinya, mereka beranggapan bahwa cidera merupakan hal yang normal. Dari hal tersebut disaat pertandingan subjek lebih percaya diri dan lepas saat bertanding, dan mengetahui untuk mengambil keputusan yang baik.
Atlet Tae Kwon Do wanita diharapkan dapat terus mengambil sisi positif dari cidera. Dengan adanya persepsi tersebut diharapkan dapat membantu prestasi dilapangan menjadi lebih baik. Pelatih juga diharapkan memberi informasi positif tentang cidera dan membimbing para atlet khusunya para atlet wanita. Selain itu juga pelatih diharapkan untuk terus memberi dukunan dan motivasi kepada atlet yang mengalami cidera. Dengan demikian, atlet merasa tenang dan lebih bersemangat lagi didalam latihannya ketika kembali pulih.

SUMBER
http://isjd.pdii.lipi.go.id/index.php/Search.html?act=tampil&id=68839
http://jafrianews.com/2011/08/21/iranian-women-taekwondo-poomsae-win-silver-in-china/iranian-women-win-tae-kwon-do/
http://www.rhiellprunk.cc.cc/s1p_TAE_KWON_DO_SPORT_282520
http://en.beijing2008.cn/news/sports/headlines/taekwondo/n214257225.shtml